Sigur Ros merupakan band asal Islandia yang awalnya terdiri
dari empat personil. Jonsi, Georg, Orri dan Kjartan. Namun Kjartan keluar
karena suatu alasan dan tinggallah mereka bertiga melanjutkan karir band yang
dibentuk pada tahun 1994 ini.
Pada hari Jumat tanggal 10 May 2013 kemarin, Sigur Ros
datang ke Indonesia, Jakarta pada khususnya, untuk menyelenggarakan konser
pertama mereka disini. Dipromotori oleh Flux and Play, harga tiket sejumlah Rp.
850.000,00 untuk kelas festival dan Rp. 700.000,00 untuk kelas tribun habis
terjual. Walau pada awalnya banyak dari penggemar Sigur Ros yang mengeluhkan
akan harga tiket yang terlalu mahal, namun demi menyaksikan langsung trio magis
dari Islandia ini mereka tetap membeli tiket tersebut.
Konser yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta ini
dimulai pukul 07.00 malam. Tetapi mulai pukul 04.00 sore sudah banyak yang
datang dan mengantri di depan pintu masuk agar dapat berdiri di barisan
terdepan tepat di depan panggung. Namun pintu masuk baru dibuka pada sekitar pukul
08.00 malam. Dan
konser itu sendiri baru dimulai sekitar pukul 09.00 malam.
Dari balik kain putih besar yang menutupi panggung itu
terlihat bayangan Jonsi dan kawan-kawan. Bersamaan dengan permainan visual,
cahaya dan efek pada kain putih yang menutupi panggung tersebut terdengarlah
lantunan intro lagu Yfirbord. Semua penonton langsung bertepuk tangan dan
berteriak senang
karena pertunjukan konser musik Sigur Ros yang terkenal
spektakuler itu akhirnya dimulai.
Saat Sigur Ros memainkan awalan lagu Hoppipolla, semua orang
dalam Istora Senayan langsung bersorak bahagia. Tidak peduli dengan bahasa yang
sangat asing ditelinga orang Indonesia itu, para penonton ikut bernyanyi
bersama Jonsi saat membawakan lagu Hoppipola.
Efek visual yang berbeda di tiap lagu juga menambah
kekhusyukan penonton konser Sigur Ros malam itu. Penonton tidak hanya menikmati
lantunan musik dari lagu-lagu Sigur Ros, tetapi penonton juga disajikan
pertunjukan yang memanjakan mata. Seakan penonton dibawa ke alam dan dunia yang
berbeda. Di tiap lagu yang dibawakan oleh Sigur Ros malam itu diputar juga
video-video yang mendukung yang dapat dilihat dari layar. Selain itu saat
membawakan Olsen Olsen, berjajar lampu-lampu bohlam berpendaran di atas panggung
menambah keajaiban pertunjukan.
Sigur Ros menyelipkan beberapa lagu baru yang ada di album
barunya, Kveikur, dalam konser malam itu. Penonton yang belum mengetahui lagu
tersebut pun tetap ikut larut dalam kemegahan aksi panggung yang disajikan oleh
Sigur Ros. Alat-alat musik yang tidak biasa dijumpai di grup musik
lain menambah kekaguman yang hadir. Dengan total lima belas lagu yang
dibawakan, Sigur Ros membungkukkan badan tanda terima kasih untuk semua yang
datang dan tanda bahwa pertunjukan musik malam itu telah berakhir.
Konser perdana Sigur Ros di Indonesia membuktikan bahwa musik
merupakan suatu hal yang universal. Musik adalah hal yang dapat dinikmati oleh
semua orang. Musik juga dapat menyatukan semua orang. Tidak peduli bahasa apa
yang digunakan.