Sabtu, 24 Mei 2014

So Long, Solo: Monumen Pers Nasional

Setelah dari Lokananta, kita pergi menuju tempat istirahat untuk makan, ibadah, dan beristirahat sejenak. lalu melanjutkan perjalanan menuju Monumen Pers Nasional!

rintikan hujan menyambut kedatangan kami di Monumen Pers Nasional. bangunan yang berbentuk menyerupai candi berwarna abu-abu gelap ini ternyata dalamnya cukup luas juga. sudah tertata bangku-bangku dan layar putih besar. kami semua duduk di bangku dan disajikan cuplikan video profile Monumen Pers Nasional.

Monumen Pers Nasional dulunya adalah gedung pertemuan bagi kerabat Mangkunegaran. lalu tanggal 9 Februari 1978 diresmikan menjaadi Monumen Pers Nasional oleh Presiden Soeharto. Monumen Pers Nasional didirikan untuk mengatur dan mengorganisir fungsi dan pemeliharaan sarana-sarana pers nasional. dan dalam perkembangannya ditetapkan jadi unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika. Jadi Monumen Pers Nasional ini merupakan cagar budaya yang terletak di Jawa Tengah. waw!

Setelahnya kami dipersilakan untuk melihat-lihat ke sekeliling gedung Monumen Pers Nasional. aku dan teman-teman menuju ke ruangan tempat menyimpan benda-benda bersejarah dari wartawan legendaris Indonesia. ada mesin ketik Bakrie S, pakaian Hendro S yang telah tertembak, peralatan terjun payung Trisno Y dan masih banyak lagi.

Melihat semua itu aku merasa kagum karena ternyata pekerjaan menjadi seorang wartawan itu bukanlah pekerjaan yang mudah. apalagi menjadi wartawan di jaman perang dulu. tapi hebatnya para tokoh yang ada di Monumen Pers Indonesia ini adalah dengan peralatan jaman dulu yang tidak secanggih sekarang dan dengan perjuangannya, mereka bisa memberikan informasi dan berita yang diperlukan masyarakat luas.

Di ruangan itupun ada pemutar piringan hitam dan bisa mengeluarkan suara. karena sangat antusias aku terus memutar-mutar piringan hitamnya agar suaranya terdengar jelas namun tiba-tiba corong suaranya terjatuh dan seruangan langsung geger. karena merasa bersalah aku langsung membetulkan kembali dan pergi menjauh hahaha

Lalu aku dan teman-teman menuju perpustakaan dan kami membaca buku tentang hubungan golongan darah dengan perilaku anak. ga nyambung emang tapi lucu dan seru hahaha terus kita menunggu yang lainnya di ruangan depan sembari berfoto, melihat-lihat surat kabar jaman dulu yang dipajang, melihat patung tokoh-tokoh dan makan snacks yang diberikan. nomnom

Hari sudah menjelang sore. semuanya juga sudah lelah namun senang karena telah menghabiskan waktu di Lokananta dan Monumen Pers Nasional. bus yang aku tumpangi melaju kembali ke Jogja dan perjalanan kali itu ditutup dengan pemandangan matahari terbenam yang indah.

Jumat, 23 Mei 2014

So Long, Solo: Going Loca in Lokananta

Tanggal 12 Mei 2014 kemarin, akhirnya aku dan temen-temen komunikasi 2013 study tour ke luar Jogja yaitu ke Lokananta dan Monumen Pers Nasional yang ada di Solo!

Sebelumnya Mba Ipeh, dosen mata kuliah Sejarah Ilmu Komunikasi dan Media, udah ngasih tau kita seangkatan untuk kumpul pas jam 6 pagi di FISIPOL. jadilah aku malemnya tanggal 11 Mei siap-siapin semua yang diperluin untuk pergi ke Solo besok dan ga lupa pasang alarm biar bangunnya ga telat hahaha

Paginya aku berhasil bangun pagi. malah kepagian...... tapi gapapa karena aku masih harus jemput Mia di kosannya. pas aku sampe kosan Mia ternyata dia baru bangun belum mandi dan belum siap-siap! Karena udah mau deket jam 6 dan takutnya kita ditinggal jadinya Mia ga mandi dan langsung lah kita ke kampus hahaha sabar ya Mia

Sesampainya di kampus, ternyata udah banyak yang dateng dan untungnya aku dan Mia belum ditinggal ke Solo. Sambil nunggu kita foto-foto dulu, makan-makan, eh ternyata yang kita kira busnya nunggu di deket FISIPOL ternyata nunggu di GSP jadi kita harus jalan dulu agak jauh gitu. tapi karena rame-rame jadi menyenangkan!

Karena Jogja dan Solo ga begitu jauh jaraknya, jadi kita naik bus yang udah disewain, totalnya ada 3 bus. aku naik bus nomor 1. selama perjalanan ke Solo kita mainan, makan snacks, nyanyi-nyanyi juga karena ada tvnya walaupun lagunya lagu-lagu alay hahaha terus ga kerasa ternyata udah sampe tujuan pertama yaitu Lokananta.

Yang udah aku denger sebelum-sebelumnya Lokananta itu studio rekaman pertama di Indonesia jadi dia jadul gitu. tapi keren karena dia jual-jual piringan hitam terus waktu Record Store Day kemarin Lokananta jual banyak piringan hitam atau kaset atau mungkin CD juga dari grupband dan penyanyi lawas ataupun jaman sekarang dengan harga miring. sayangnya aku ga dateng dan ga pernah tau lokasi Lokananta dimananya Solo. tapi kali ini aku akhirnya bisa menapakkan kaki di Lokananta. yuhu!

Bener aja, pertama masuk Lokananta tuh emang oldies vibe-nya berasaaa banget. apalagi pas masuk ke studio rekamannya yang gede dan luaaas. selain itu juga arsitekturnya menarik dan tetap dijaga unsur jadulnya itu ga diubah hanya dirawat. sambil menikmati bangunan studio rekaman Lokananta itu, kita sambil diberikan informasi-informasi seputar Lokananta. mulai dari sejarahnya Lokananta, yang ternyata Lokananta pada awalnya itu didirikan sebagai tempat distribusi segala kekayaan bangsa dari sabang sampai merauke dalam bentuk suara. jadi misalnya lagu daerah dari papua dikirim ke Lokananta lalu akan dibuat dalam bentuk piringan hitamnya dan disebar ke penjuru Indonesia. Selain itu juga Lokananta dibangun untuk memproduksi piringan hitam sebagai bahan siaran 27 studio RRI se-Indonesia.

Lokananta sendiri digagas oleh Bapak Utoyo selaku pimpinan RRI pada saat itu dan diresmikan oleh Bapak R. Sudibjo pada tanggal 29 Oktober 1956. Kenapa dinamain Lokananta? ternyata karena nama Lokananta itu diambil dari seperangkat Gamelan dari Suralaya, Istana dewa-dewa di kayangan. Gamelan Lokananta itu bisa bersuara tanpa harus ditabuh dan suaranya indah dan syahduuuu, jadilah studio rekaman pertama ini dinamakan Lokananta. biar syahduuuu jugaaa

Karena Lokananta berada di bawah Kementerian Penerangan jadi Lokananta sebagai BUMN dan dapat mengkomersialkan piringan-piringan hitamnya. di akhir 1971 Lokananta memperluas usahanya untuk memproduksi PORNOGRAMS, yaitu piringan hitam, pita suara kaset, atau bentuk media rekaman lainnya. sayang disayang, di tahun 1972 Lokananta sudah tida lagi memproduksi piringan hitam namun beberapa rekaman yang ada di Lokananta ditransfer ke kaset bahkan ke bentuk CD.

Walau begitu prestasi Lokananta udah buanyaaaakk banget! Karena Lokananta studio rekaman pertama jadi lagu kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia Raya pertama kali juga di Lokananta ini. Selain itu pidato-pidato presiden pertama Pak Soekarno dan proklamasi kemerdekaan Indonesia juga ada disini. Ga hanya soal kenegaraan aja, di industri musik Indonesia, Lokananta punya kontribusi besar. telah banyak musisi yang rekaman disini. musisi pertama itu ialah Bu Bijen lalu James Lesmana. akhir-akhir ini musisi White Shoes & The Couples Company dan Glenn Fredly juga pernah rekaman di Lokananta.

Setelah dijelaskan seputar Lokananta, kita diizinkan untuk keliling-keliling Lokananta. kita masuk ke museumnya Lokananta yang nyimpen berbagai macam pemutar musik. terus juga kita masuk ke bagian penyimpanan piringan-piringan hitam dan itu banyaaakk banget!!! aku takjub waktu ngeliatnya. dan yang bikin Lokananta itu asik karena Lokananta itu semuanya serba tentang musik. di lorong-lorongnya aja diputerin musik bossa nova ala Indonesia jaman dulu yang bikin suasana jadulnya tuh makin meresap terus juga saat di studio rekamannya diputerin lagu keroncong klasik dan suaranya itu sangat amat halus bikin merinding. beruntung lah udah bisa ke Lokananta. yayerrr!

Selanjutnya aku bakalan ceritain tentang kunjungan aku ke Monumen Pers Nasional yang juga ada di Soloooo