Setelah dari Lokananta, kita pergi menuju tempat istirahat untuk makan, ibadah, dan beristirahat sejenak. lalu melanjutkan perjalanan menuju Monumen Pers Nasional!
rintikan hujan menyambut kedatangan kami di Monumen Pers Nasional. bangunan yang berbentuk menyerupai candi berwarna abu-abu gelap ini ternyata dalamnya cukup luas juga. sudah tertata bangku-bangku dan layar putih besar. kami semua duduk di bangku dan disajikan cuplikan video profile Monumen Pers Nasional.
Monumen Pers Nasional dulunya adalah gedung pertemuan bagi kerabat Mangkunegaran. lalu tanggal 9 Februari 1978 diresmikan menjaadi Monumen Pers Nasional oleh Presiden Soeharto. Monumen Pers Nasional didirikan untuk mengatur dan mengorganisir fungsi dan pemeliharaan sarana-sarana pers nasional. dan dalam perkembangannya ditetapkan jadi unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika. Jadi Monumen Pers Nasional ini merupakan cagar budaya yang terletak di Jawa Tengah. waw!
Setelahnya kami dipersilakan untuk melihat-lihat ke sekeliling gedung Monumen Pers Nasional. aku dan teman-teman menuju ke ruangan tempat menyimpan benda-benda bersejarah dari wartawan legendaris Indonesia. ada mesin ketik Bakrie S, pakaian Hendro S yang telah tertembak, peralatan terjun payung Trisno Y dan masih banyak lagi.
Melihat semua itu aku merasa kagum karena ternyata pekerjaan menjadi seorang wartawan itu bukanlah pekerjaan yang mudah. apalagi menjadi wartawan di jaman perang dulu. tapi hebatnya para tokoh yang ada di Monumen Pers Indonesia ini adalah dengan peralatan jaman dulu yang tidak secanggih sekarang dan dengan perjuangannya, mereka bisa memberikan informasi dan berita yang diperlukan masyarakat luas.
Di ruangan itupun ada pemutar piringan hitam dan bisa mengeluarkan suara. karena sangat antusias aku terus memutar-mutar piringan hitamnya agar suaranya terdengar jelas namun tiba-tiba corong suaranya terjatuh dan seruangan langsung geger. karena merasa bersalah aku langsung membetulkan kembali dan pergi menjauh hahaha
Lalu aku dan teman-teman menuju perpustakaan dan kami membaca buku tentang hubungan golongan darah dengan perilaku anak. ga nyambung emang tapi lucu dan seru hahaha terus kita menunggu yang lainnya di ruangan depan sembari berfoto, melihat-lihat surat kabar jaman dulu yang dipajang, melihat patung tokoh-tokoh dan makan snacks yang diberikan. nomnom
Hari sudah menjelang sore. semuanya juga sudah lelah namun senang karena telah menghabiskan waktu di Lokananta dan Monumen Pers Nasional. bus yang aku tumpangi melaju kembali ke Jogja dan perjalanan kali itu ditutup dengan pemandangan matahari terbenam yang indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar